Rayakan HPS, Keuskupan Manado Dorong Konsumsi dan Lestarikan Pangan Lokal

200

Tondano, MP
Jumat (18/10), umat Katolik Keuskupan Manado merayakan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Kasuang Spritual Center, Tataaran, Tondano Selatan. Rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga Minggu (20/10) ini, dibuka dengan perayaan ekaristi oleh Uskup Manado Mgr Rolly Untu MSC.

Dalam khotbanya, Uskup menyampaikan bahwa Allah penuh belas kasih. Ia pun mengajak untuk tetap ada komitmen serta pentingnya kebersamaan dalam mewartawan injil.

“Tentunya dapat melibatkan banyak orang untuk mendapatkan hasil baik. Karena dalam mewartakan perlu perhatian banyak pihak, sehingga pentingnya sebuah tim yang solid. Dengan demikian kita bisa bersama mewartakan kabar gembira dan keselamatan yang akan dapat menjangkau banyak orang,” ujarnya.

Uskup juga mengatakan, perlunya mengembangkan pengetahuan dan keterampilan agar menghasilkan karya yang lebih baik.

“Untuk mendapatkan hasil panen yang besar, maka perlu suatu sikap keterbukaan, kerendahan hati dan mau belajar satu sama lain. Selain itu, ketika mewartakan injil dalam dunia pertanian maupun lainnya, harus dengan penuh sikap lemah lembut, penuh perhatian dan belas kasih sehingga mendapat hasil lebih besar,” tandasnya.

Pastor Joy Derry Pr selaku Ketua Komisi PSE Keuskupan Manado, mengajak untuk dapat mengkonsumsi makanan yang segar supaya sehat.

“Tentunya dapat mengkonsumsi dan melestarikan pangan lokal yang Tuhan telah adakan,” tegasnya.

Ketua Panitia, Petrus Rampangan menjelaskan, HPS tahun ini akan menyelenggarakan sejumlah kegiatan. Di antaranya pameran hasil pertanian dan produk olahan pangan lokal.

“Ada juga workshop soal pangan, lingkungan dan pengembangan ekonomi. Sejumlah lomba seperti fashion show busana pangan lokal, cipta menu makanan non beras, goreng cucur, membuat minyak goreng, mewarnai dan lomba gerak lagu untuk anak-anak,” paparnya.

Peserta yang ikut serta dalam kegiatan ini di antaranya Paroki Stela Maris Bitung, St Lukas Ratahan, Rosa De Lima Tondano, Mikael Perkamil, Antonius Padua Tataaran, Keroit dan Modoinding. (Kelly Korengkeng)