Refleksikan Sumpah Pemuda, HIMA Tomohon Seriusi Tantangan Revolusi Industri 4.0

296

Tomohon, MP
Sejumlah aktivis pemuda-mahasiswa menyatu di Elmonts Coffee & Roastery, Kolongan Satu, Tomohon Tengah, Sabtu (26/10). Mereka diundang Himpunan Mahasiswa (HIMA) Tomohon untuk mendiskusikan secara serius bagaimana pemuda di kaki Lokon menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0.

Ketua HIMA Tomohon, Anugrah Pandey menjelaskan, diskusi ini dilaksanakan dalam rangka merefleksikan Hari Sumpah Pemuda ke-91, tahun 2019 ini.

“Para pakar kini memetakan, dunia tengah berada dalam era revolusi industri 4.0. Kondisi ini tentu membutuhkan respon khusus dari generasi hari ini agar bisa bertahan menantang zaman,” kata Pandey.

Menurutnya, para pemuda harus memiliki kesadaran tentang kondisi tersebut, sekaligus memiliki bekal khusus agar tidak menjadi penonton. “Kita butuh pengetahuan, penguasaan teknologi, keterampilan, daya kreativitas dan inovasi, serta strategi untuk mengahadapi era revolusi industri 4.0. Agar kita tidak jadi penonton, melainkan bisa turut jadi pemain dalam pertarungan global hari ini,” tandasnya.

Diskusi bertajuk ‘Generasi Muda Menghadapi Tantangan Era Revolusi Industri 4.0’ ini menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing. Director Komunitas Penulis MAPATIK yang juga penggerak sejumlah komunitas kreatif, Rikson Karundeng, pelaku industri kreatif dan owner Etsuko Kitchen, Etsuko Paat, pengusaha muda dan owner Elmonts Coffee & Roastery, Maesa Paat, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tomohon, Ventje Karundeng, akademisi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri yang juga birokrat senior, Arnold Poli.

Sementara, hadir dalam diskusi yang dipandu penggerak Komunitas KUMATAU Kharisma Kurama ini, pimpinan sejumlah organisasi pemuda dan mahasiswa, seperti GMKI Cabang Tomohon, para aktivis GMNI, Ikatan Putra-Putri Tomohon, Komunitas Penulis MAPATIK, Komunitas KUMATAU, Forum Tomohon, DEM UKIT, aktivis mahasiswa Tomohon di UNIMA, Komunitas Film Tomohon, Komunitas Kreatif Tomohon, dan sejumlah organisasi kepemudaan lainnya. (Eka Egeten)