Roskanedi Buka Kegiatan PLK 4 Kejati Jajaran Kejagung RI

251

Manado, MP – Empat Kejaksaan Tinggi (Kejati) jajaran Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, telah berkumpul di Hotel Sintesa Peninsula Manado, guna mengikuti kegiatan Penyusunan Laporan Keuangan (PLK) Kejaksaan RI Sentra Sulut.

Dan kegiatan tersebut, telah dibuka langsung Kepala Kejati Sulut, M Roskanedi. Dimana, empat Kejati yang turut terlibat, yakni Kejati Sulut selaku tuan rumah, Kejati Gorontalo, Kejati Maluku Utara dan Kejati Papua.

Untuk para narasumber, menurut keterangan KasiePenkum Kejati Sulut, Yoni Mallaka, di antaranya Kasubbag AKLAP III Biro Keuangan Kejagung RI Mulyadi, bersama tim Pemeriksa Belanja Negara dan PNBP pada Irmud II Inspektorat Keuangan Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung RI Yanti Areda.

Saat membuka kegiatan, Roskanedi melalui sambutannya telah memberikan gambaran umum mengenai pelaksanaan kegiatan. Dan menegaskan kalau kegiatan ini merupakan tahun keempat penyusunan laporan keuangan berbasis akrual oleh pemerintah dan tahun ketiga untuk laporan berbasis Web dengan sistem E-Rekon.

Selanjutnya, Roskanedi menuturkan bahwa Laporan Keuangan yang disusun Kejaksaan RI terdiri dari lima laporan yaitu, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan.

Di akhir sambutan, Kepala Kejati Sulut itu berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh tanggung jawab.

Sementara itu, Asisten Pembinaan (Asbin) Kejati Sulut Mahmudi, selaku Ketua Panitia, dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Kepala Biro Keuangan Kejaksaan Agung RI Nomor : 262/C.5/Cu.3/12/2018, perihal Persiapan Penyusunan Laporan Keuangan Kejaksaan RI Tahun 2018.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 28 Januari sampai dengan 1 Februari 2019 dengan jumlah peserta sebanyak 99 orang. Semua peserta adalah Operator Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) dan Sistem Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) yakni dari Kejati Sulut 27 peserta, Kejati Gorontalo 14 peserta, Kejati Maluku Utara 18 peserta dan Kejati Papua 23 peserta” tandasnya. (*)

Penulis/Editor : Jack Wullur