Ruang APH Sulut Bergerak Terbuka

353

Penyaluran RTLH di Desa Bukaka Patut Ditelusuri

Tutuyan, MP – Potensi kejanggalan penyaluran bahan bangunan program Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) di wilayah Bolaang Mongondow Timur (Boltim), khususnya Desa Bukaka, Kecamatan Kotabunan, kini semakin menguat.

Ruang gerak Aparat Penegak Hukum (APH) di Sulawesi Utara (Sulut) untuk menelusuri lebih lanjut persoalan ini telah terbuka lebar.

Apalagi, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Boltim, Rudi S Malah, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (07/02), menegaskan kalau proses penyerahan bantuan bahan bangunan di desa tersebut telah tuntas.

“Saya tahu bantuan RTLH di Bukaka itu bahan-bahannya sudah selesai diberikan. Saya juga croscek ke manager katanya semua suda disalurkan,” terang Malah.

Namun anehnya, apa yang dijelaskan Malah bertentangan dengan kondisi di lapangan. Dimana, ada dua warga penerima bantuan program RTLH mengaku belum sepenuhnya mendapatkan bahan-bahan bangunan.

Pengakuan tersebut, salah satunya datang dari Dahlan Paputungan, warga Desa Bukaka, yang telah menantikan tuntasnya penyaluran bahan bangunan sejak 2018 lalu. “Saya sekarang hanya pasrah, kalau ada ya saya terima, kalau tidak saya juga tidak berharap. Karena sudah lelah saya selalu dijanji-janji,” keluh Dahlan.

Sementara itu, Mahmud Paputungan (67) juga mengalami nasib sama. “Jika saya tahu seperti ini. Saya menyesal ambil bantuan RTLH dari Pemerintah Kabupaten Boltim,” ketusnya.

Menurut pandangan Mahmud, program RTLH harusnya bertujuan mensejahterakan bukan malah sebaliknya. Bahkan, ada rencana dirinya untuk mengembalikan bahan-bahan yang disalurkan awal, seperti pasir, sirtu dan batu bata. “Saya berniat, akan kembalikan bahan ke Dinsos,” pungkasnya.

Di sisi lain, fenomena belum tuntasnya penyaluran bahan bangunan program RTLH di Desa Bukaka, turut dibenarkan Kepala Dusun Satu, Desa Bukaka, Sugianto Mamonto.

Dalam penjelasannya, Sugianto menuturkan bahwa awal pengusulan ke Dinsos, ada 16 Kepala Keluarga (KK). Dan baru 4 KK yang sudah selesai. Sedangkan, sisanya masih dalam kondisi pondasi dan penyusunan bata.

“Memang warga penerima bantuan telah datang mengeluh, adanya keterlambatan bahan bangunan hingga sekarang. Dan saya sudah melaporkan hal ini ke Sangadi, mengenai masalah keterlambatan, agar diteruskan ke Dinas terkait,” tandasnya. (*)

Penulis : Matt Rey Kartoredjo

Editor : Jack Wullur