Sangat Prihatin, Komunitas Pelaku Budaya Turun Lapangan

742
Beberapa pelaku budaya Minahasa sedang perbaiki waruga

Airmadidi, MP

Buntut dari adanya perusakan puluhan situs budaya berupa waruga, Watu Toitow dan tanah adat di desa Kawangkoan dan sekitarnya, Minahasa Utara, sejumlah pemerhati  warisan budaya turun ke lapangan, Jumat (20/7)2018.

“Kalu torang pe orang tua pe kubur ada oknum so kase ancor, langkah pertama tu torang mo beking bukang mo tunggu proses hukum. Mar, langsung ambe tindakan perbaikan. Orang tua pe jiwa ini so taganggu,” ujar Tonaas Rinto Tarore ketika ditemui di lokasi kubur tua Minahasa yang hancur.

“Waruga adalah kubur batu leluhur Minahasa yang menyimpan pengetahuan akan kearifan dan kebijaksanaan Leluhur di masa lampau. Ini adalah penanda peradaban di masa lalu. Sebagai pengingat dan penghubung kita dengan para Leluhur. Ini harus tetap dijaga dan dilestarikan, ” tambah Tarore.

Dari pantauan MP nampak beberapa orang tengah membersihkan lokasi dan menyambung beberapa waruga yang pecah dengan semen hasil bakumapalus atau  patungan. Mereka juga mengangkat sampah plastik yang ditinggalkan pengunjung.

“Kami datang kesini dengan tanggungjawab. Karena kami merasa Tou Minahasa. Tenaga dan materi yang kami gunakan untuk perbaiki waruga dari kantong sendiri. Kami menerapkan tradisi rukup,” ujar salah satu sukarelawan yang tak mau sebutkan namanya.

Terkesan peran positif dinas-dinas dan pihak terkait tak ada sama sekali. Ini membuat sejumlah pelaku budaya berang dan marah.

“Nda mo panjang lebar.. Down, kecewa Dan miris ketika pengorbanan dan pemberian diri untuk adat dan budaya akhirnya berakhir seperti Ini.., ” kata Alvis Metrico Sumilat via akun media sosialnya.

“Disparbud Sulut makanya perhatikan tu situs budayab  Jangan nanti so ancor baru ngoni ka waruga!! Seakan peduli!! Ketika torang so ada rencana pake doi sandiri dengan swadaya mo  ator itu dia.”

“Kalo Kepala Dinas nda berkompeten kita minta dengan hormat cabut depe jabatan.  Dari nda berguna pegang jabatan kalo nda bisa atasi ini masalah dari awal…,” tambah ketua organisasi kemasyarakatan Makatana Minahasa ini.