Sastra Embels: Menulis, Membaca, Membuka Masa Depan

244

Manado, MP

Kehadiran buku ‘Dunia Cita’ karya 14 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 14 Manado, Jumat akhir pekan lalu, menuai apresiasi berbagai kalangan. Karya berisi bunga rampai puisi dan cerpen anak-anak yang tergabung dalam komunitas ‘Sastra Embels’ itu diyakini dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi siswa lainnya di Sulawesi Utara (Sulut).

Hal tersebut diungkapkan pembimbing anak-anak Sastra Embels, Alfrits ‘Ken’ Oroh. Menurutnya, sebagai seniman yang ditugaskan di sekolah tersebut, tugasnya sudah selesai namun proses pembimbingan bagi anak-anak harus terus dilakukan.

“Selain senang, terasa tertantang karena anak-anak belum diuji secara waktu. Mereka perlu terus dipacu, terus digiatkan, jangan cuma hari ini. Moto mereka ‘Menulis, Membaca, Membuka Masa Depan’ saya yakin akan menjadi spirit yang mampu mendorong mereka untuk terus berkarya,” aku Oroh.

“Soal dorang pe karya, lepas dari kita dan Fredy (Seniman Sulut Fredy Wowor, red) bantu edit, karya mereka sepertinya masih banyak yang kurang. Tapi itu karya murni mereka. Bukan plagiat,” tandasnya.

Oroh juga mengaku bersyukur karena ada program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang dibuat pemerintah Kota Manado. Program ini dimulai akhir Agustus hingga awal Desember 2018 lalu. Namun, usai program ia tetap terus mendampingi para siswa dalam proses kreatif.

“Harapan saya, kegiatan kesusastraan seperti ini akan memotivasi siswa-siswa lain di Manado dan secara umum di Sulut. Kedua, diharapkan sekolah terus menggiatkan program seperti ini. Diharapkan sekolah-sekolah lain juga dapat mencontoh sekolah seperti SMPN 14. Ketiga, Pemkot Manado bisa melanjutkan program ini sehingga ke depan sekolah-sekolah lain dapat kesempatan juga untuk berkembang,” kucinya.

Diketahui, Jumat akhir pekan lalu SMPN 14 Manado menggelar dikusi dan peluncuran buku Sastra Embels, ‘Proses Kreatif’. Hadir sebagai pembicara, Rikson Karundeng. Di momen tersebut, penulis yang juga Director Komunitas Penulis MAPATIK itu memberikan apresisi terhadap karya yang telah dihasilkan para siswa di Komunitas Sastra Embels. Ia pun memberi banyak tips dan motivasi bagi para penulis muda di Sastra Embels agar bisa semakin maju dalam berkarya. (*)

Penulis; Eka Egeten

Editor: Ronni Somba