Satu Lagi Korban Kebijakan UNHCR Tutup Usia

243

Mohammad Rahim Susul Sajjad Pasca Aksi Bakar Diri

Manado, Mangunipost.com – Warga asal Afghanistan, Mohammad Rahim dilaporkan telah tutup usia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou, Kota Manado, Selasa (19/03).

Lelaki yang sempat melakukan aksi bakar diri bersama alm Sajjad, Kamis (07/02) lalu, di blok lantai II Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado, akhirnya ikut menjadi korban kebijakan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

Terkait berita kematian Rahim (60), Kepala Rudenim Manado, Arthur L Mawikere saat dikonfirmasi wartawan Mangunipost.com via WhatsApp, telah membenarkannya.

Mawikere menyebutkan, Karim telah menghembuskan nafas terakhirnya di RSUP Kandou, kemarin sekitar pukul 18.45 Wita.

Patut diketahui, aksi bakar diri Rahim dan Sajjad awal Februari lalu, terdeteksi sebagai bentuk perlawanan keras atas keputusan UNHCR, yang telah menolak permohonan para deteni Afghanistan di Rudenim Manado untuk mendapatkan status Refugee (pengungsi).

Apalagi, UNHCR telah mengirim surat Nomor 19/NESHCR/3057 tentang konfirmasi status UNHCR pertanggal 31 Januari 2019, yang menyatakan kalau belasan deteni Afghanistan di Rudenim Manado tidak lagi menjadi perhatian UNHCR.

Mendengar informasi itu, para deteni Afghanistan di Rudenim Manado langsung gelisah. Mereka jelas tahu apa konsekuensi dibalik keputusan UNHCR, yakni mereka bakal dipulangkan kembali ke Afghanistan. Dan itu sama saja dengan bunuh diri, pikir alm Sajjad, sebagaimana diungkap Ammar saat diwawancara awak media.

Tak heran, begitu petugas hendak mengambil langkah pengusiran dengan berbagai dalih, Sajjad ikut pasang badan bersama Rahim. Dan tanpa pikir panjang, keduanya langsung melakukan aksi bakar diri. Melihat itu, keduanya ikut dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun sayang, keduanya kini telah meninggal dunia. (*)

Penulis : Eka Egeten

Editor : Jack Wullur