Siskamling “Panas-panas Tai Ayam”, Doger Gentayangan

320
Arie Tulus (ist)

Minahasa, MP

Kasus pencurian anjing (doger) kian marak di beberapa kampung di Sulawesi Utara (Sulut). Tak tanggung-tanggung saat menjalankan aksi mereka melengkapi diri dengan senjata tajam.

Meski beberapa kasus gagal dan kadang berujung diamuk khalayak ramai itu tak mengurungkan niat para doger lain untuk mencoba terus. Seperti yang terjadi pada Selasa (21/8) 2018 di desa Kanonang.

Warga Kanonang Imanuel Poli mengatakan, ada pelaku yang ditangkap di kampung mereka beberapa waktu lalu di sekitar Bukit Kasih. Menurutnya, kasus ini sudah meresahkan warga dan dia berharap itu berhenti.

“Dapa di bukit kasih, so dia tu meresakan warga kanonang, muda2han tu potas2 anjing so bole bertobat😏. So itu kalo ada yang dari pemerintah yang mo se sosialisasi ato apa ke pa pala2 spya bole sift malam tiap hari,” keluh Poli.

Menanggapi gejala ini, budayawan Drs Arie Tulus, M.Pd mengatakan, pencurian semakin merajalela lantaran Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) tidak berjalan Sebagaimana mestinya.

“Semua ini lebih disebabkan siskamling tidak jalan efektif. Panas panas tai ayam.
Warga masyarakat harus sepakat mengantisipasi perilaku yang sudah sangat meresahkan dan merugikan ini. Tentunya berkoordinasi dengan polisi sebagai aparat hukum,” tegas Tulus ketika dihubungi via ponsel.

Lebih jauh Pembantu Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Manado (FBS UNIMA) ini menyatakan khawatir jangan sampai warga akan semakin marah dan terbiasa menghakimi sendiri para pelaku.

“Jangan sampai terjadi seperti beberapa tahun silam di Pangolombian Tomohon, mobil yang dipakai para doger dibakar masa. Masih beruntung pelaku bisa kabur,” ketus dosen seni rupa asal Tomohon ini.

Arie mengingatkan warga waspada dan berhati-hati karena para doger menjalankan aksi mereka dengan nekat.

“Perlu diingat, para doger tidak berhenti di satu tempat. Mereka berpindah-pindah. Dalam jangka waktu yang tidak terduka juga mereka akan kembali dengan aksinya menebar potas. Bahkan yang nekat hingga masuk di halaman rumah. Jadi berjaga jaga dan hati hati,” ujar Tulus. (Iswan Sual)