Siswa SMPN 14 Manado Launching Buku ‘Dunia Cita’

586

Manado, MP

Sebuah karya berjudul ‘Dunia Cita’, dilaunching Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 14 Manado, Jumat akhir pekan lalu. Buku ini berisi bunga rampai puisi dan cerpen karya 14 siswa yang tergabung dalam komunitas ‘Sastra Embels’.

“Ini kegiatan luar bisa. Pertama kali. Bukan cuma di SMP 14 tapi pertama kali di Manado ada peluncuram buku sastra, puisi dan cerpen, karya siswa SMP. Ini sesuatu yang luar biasa,” kata Enoch Saul, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 14 Manado ketika menyampaikan sambutan dalam kegiatan itu.

“Bapak sangat memberi apresiasi kepada para siswa yang bisa mencipta karya ini. Apresisi juga kepada seniman Alfrits ‘Ken’ Oroh yang bisa memoles, meramu dan bisa berimajinasi sehingga dapat mendorong para siswa untuk mencipta buku seperti ini,” sambungnya.

Kepsek yang juga dikenal sebagai pelukis Sulawesi Utara (Sulut) ini menuturkan, karya tersebut bermula dari program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang dicetuskan pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pendidikan.

“Program GSMS memang semakin mempertajam para siswa. Membantu guru Bahasa Indonesia untuk memoles dan mempertajam potensi anak-anak. Itu sebabnya kami bersykur dengan program ini. Makanya kami sampaikan ke Pak Alfrits dan kawan-kawan, para seniman yang ditugaskan di sekolah kami untuk terus berkoordinasi dengan guru Bahasa Indonesia dan guru pamong sehingga potensi dan kreatifitas anak-anak bisa terus diasah,” ujar Saul.

“Hari ini, buku yang diluncurkan bukan karya orang lain. Buku ini karya murni anak-anak sekalian. Ini membanggakan, memberi inspirasi bagi kita. Ini memperkuat jati diri kita. Dan Apa yang kita buat itu diapresiasi. Itu sebabnya Bapak bangga luar biasa,” tutur Saul di hadapan 14 siswa yang hadir.

Diakui, Indonesia saat ini butuh anak-anak kreatif seperti siswa-siswanya yang tergabung dalam Komunitas Sastra Embels.

“Yang dibutuhkan bangsa ini adalah anak-anak kreatif. Kalian adalah anak-anak kreatif. Anak-anakku, berjuanglah terus. Hari ini bukanlah terminal yang terakhir. Perjalanan masih panjang.  Terima kasih untuk dukungan guru-guru yang ada dan para orang tua yang sudah menopang kegiatan ini,” ucap Saul sembari mengungkapkan jika sampul buku tersebut merupakan lukisan karya seniman hebat ini.

Launching buku ini dilanjutkan dengan diskusi tentang ‘Proses Kreatif Sastra Embels’. Hadir sebagai pembicara, Rikson Karundeng. Di momen tersebut, penulis yang juga Director Komunitas Penulis MAPATIK itu memberikan apresisi terhadap karya yang telah dihasilkan para siswa di Komunitas Sastra Embels. Ia pun memberi banyak tips dan motivasi bagi para penulis muda di Sastra Embels agar bisa semakin maju dalam berkarya. (*)

Penulis: Eka Egeten

Editor: Ronni Somba