Siswa TK Elim Kolongan Diajak Belajar Dari Salomo

454

Tomohon, MP

Siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Elim Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah, tampak sumringah. Kamis (20/6) hari ini, mereka mengikuti seremoni penamatan. Para orang tua yang hadir terlihat ikut menikmati kegembiraan itu.

Pendeta Bons Manengkey, M.Th, saat memimpin ibadah syukur itu, menegaskan jika pesta sukacita ini boleh dinikmati karena kebaikan Tuhan.

“Karena kebaikan Tuhan, semua siswa boleh menyelesaikan pendidikan selama satu tahun. Berharap anak-anak terus diberkati,” ujar Pendeta Bons, yang mengambil kitab Amsal 3:1-4 sebagai bahan perenungan.

Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Elim Kolongan ini mengajak orang tua dan para siswa untuk belajar dari Nabi Salomo.

“Semangat terus para orang tua untuk pendidikan anak-anak kita. Belajar terus Firman Tuhan. Belajar dari Salomo, anak Daud. Ia diberkati, penuh hikmat, berkat melimpah dalam hidup, selalu dalam lindungan Tuhan karena ia setia pada Tuhan, setia pada firman-Nya,” tandasnya.

Sepanjang khotbah para siswa tampak gembira. Dengan gaya berkomunikasi, Pendeta Bons membuat anak-anak merespon khotbah secara langsung dengan riang.

Sementara, Kepala Sekolah TK Elim Kolongan, Telly Pandelaki, S.Pd, mengaku sangat bersyukur acara penamatan siswa ini boleh digelar.

“Syukur karena kebaikan Tuhan, anak-anak boleh mengikuti acara penamatan. Terima kasih Pendeta Manengkey, Ketua Komite Sekolah Bapak Pnt. Edison Goni SAP, Sekretaris Jemaat GMIM Elim Bapak Sym. Daniel Rau, SH. Terima kasih orang tua yang boleh bersama-sama di hari bahagia ini,” ucap Pandelaki.

Menurutnya, TK Elim memiliki 20 orang siswa.15 siswa yang akan melanjutkan ke Sekolah Dasar (SD). Sementara yang masih usia kecil akan tetap lanjut di TK.

“Jadi untuk kelompok A usia 4-5 tahun. Kelompok usia B itu 5-6 tahun. TK ada aturan, undang-undang, jadi kami mengikuti aturan, tidak karang-karang. Kalau ada anak-anak yang belum siap, nimbole paksa. Kalau ikut undang-undang, yang ke SD harus 7 tahun, tapi ada kebijakan boleh yang 6 tahun lebih,” terang Pandelaki.

Ketua Komite Sekolah, Edison Goni SAP, dalam sambutannya berharap para siswa bisa melanjutkan ke SD GMIM 8. “SD GMIM 8 sekolah kita. Tak kalah prestasi dengan sekolah lain. Ini harapan kita, semoga bisa diperhatikan oleh orang tua,” harapnya. (Eka Egeten)