Slamet Raharjo: Banyak Penyebab Timbulnya Paham Radikalisme

192

Tomohon, MP
Komandan Kodim 1302/Min Letkol Inf Slamet Raharjo S.Sos, M.Si menghadiri diskusi publik yang dilaksanakan di Aula Rektorat Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) Kelurahan Kakaskasen Tiga, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Kamis (24/10).

Diskusi publik kali ini diselenggarakan oleh UKIT, yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dengan mengusung tema ‘Peran Pemerintah dan Organisasi Kepemudaan Falam Menangkal Radikalisme dan Terorisme’.

Diskusi ini menghadirkan para narasumber yang sudah cukup dikenal oleh publik antara lain, Wakil Walikota Tomohon Sherly Sompotan, Direktur Intelkam Polda Sulut Kombes Pol Budi Irwanto, Dandim 1302/ Minahasa Letkol Inf. Slamet Raharjo, S.Sos, M.Si, Kapolres Tomohon AKBP Riswan Sirait, SIK, SH, Ketua KNPI Tomohon Arter Wuwung dan seorang akademisi DR.Yopi Pangemanan.

Pada kesempatan ini, Dandim 1302/Min Letkol Inf Slamet Raharjo S.Sos, M.Si menjelaskan beberapa hal. “Saya akan menyampaikan beberapa hal yang menjadi penyebab timbulnya paham radikalisme. Antara lain, yang pertama adanya pemahaman tentang agama yang kaku. Kedua adanya problem ideologi agama dalam negara. Kemudian yang ketiga adanya kesenjangan ekonomi, dan yang keempat adalah adanya pemahaman yang menghendaki membalikkan kesucian agama oleh pemerintah,” ujar orang nomor satu di Kodim 1302/Min tersebut.

“Oleh karena itu, kami pihak TNI sangat intens untuk memberikan dukungan kepada pemerintah dalam pemberantasan terorisme, dan menangkal radikalisme, yang diawali dari pendidikan yang baik, karena hasil dari pendidikan yang baik adalah memunculkan sikap toleransi,” tandasnya.

Sementara itu, DR.Yopi Pangemanan menyampaikan, sikap radikalisme itu ada di semua agama. “Bukan hanya ada di salah satu agama saja. Contoh HTI sebagai salah satu organisasi yang terpapar radikal sudah dilarang oleh pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, satu kali saja paham radikalisme masuk, maka itu akan merusak semua sendi-sendi kehidupan,” ucapnya.

Masih pada acara yang sama, Dir Intelkam Polda Sulut Kombes Pol Budi Irwanto mengatakan, segala upaya dilakukan Polri untuk menangkal radikalisme dan terorisme di Indonesia.

“Saya berharap sebagai generasi muda, adik-adik mahasiswa jangan terpengaruh dengan paham yang radikal di kampus. Jangan suka memaksakan kehendak sehingga membuat orang lain terganggu,” katanya. (Kelly Korengkeng)