‘Sniper’ Reskrimsus Polda Sulut Incar Mafia BBM

238

6500 Liter Solar Subsidi Diamankan Subdit Tipiter Sebagai Babuk

MANADO, ManguniPost.com – Ruang gerak mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) di Nyiur Melambai sepertinya mulai terbatas.

Pasalnya, Polda Sulut di bawah komando Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto baru-baru ini telah berhasil mengungkap dua kasus dugaan adanya permainan BBM jenis solar bersubsidi.

Menariknya, di tengah proses penanganan kasus, sempat terekspose pemberitaan kalau barang bukti (babuk) telah ‘hilang’.

Saat dihubungi awak media, Senin (27/01), Direktur Direktorat Reskrimsus Polda Sulut, Kombes Pol Yandri Irsan melalui Kasubdit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter), Kompol Feri Sitorus tak serta merta membenarkan pemberitaan tersebut.

“Itu tidak benar, babuknya ada jadi nanti silahkan teman-teman wartawan foto,” ungkap Sitorus.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa siapa saja yang terlibat dalam kasus pidana Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, akan diproses pihaknya. “Semua yang ada di provinsi Sulut, saya berjanji akan menertiban dan melakukan penegakan hukum, siapa pun dia,” tegas lelaki lulusan AKPOL 2004 itu.

Selebihnya, eks Kanit Harda Polda Kalsel yang baru menjabat sebagai Kasubdit Tipiter Polda Sulut ini menerangkan bahwa langkah penertiban BBM jenis solar siap ditempuh pihaknya dalam waktu dekat ini.

“Dalam waktu dekat kita semua akan menertibkan semua penyalahgunaan BBM jenis solar, baik itu yang dijual di SPBU, dimana ini rawan penyelewengan karena adanya perbedaan disparitas harga BBM subsidi dengan BBM non subsidi,” ungkap Sitorus.

Terkait dua kasus yang tengah ditangani pihaknya, Sitorus menuturkan telah mengamankan babuk BBM jenis solar sebanyak ribuan liter di lokasi berbeda.

“Kami dari Subdit Tipiter Dit Reskrimsus Polda Sulut benar pada tanggal 12 Desember 2019, itu bertempat di sekitar SPBU Sulut tepatnya di wilayah Warembungan, itu kita telah melakukan pengungkapan terhadap kasus BBM jenis solar dengan barang bukti sebanyak 500 liter. Kejadian itu dilakukan beserta pengungkapan 1 truck warna kuning,” jelas Sitorus.

“Ada satu orang inisial B yang dimintai keterangan dimana si B tidak bisa menunjukan kepemilikan BBMnya, sehingga dia dan barang bukti kita bawa ke Polda Sulut untuk kita lakukan pemeriksaan,” sambungnya.

Selebihnya, Sitorus menegaskan kalau kasus yang menjerat si B terduga pemain baru ini kasusnya masih terus berproses. “Melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang ada di lapangan, kemudian kita juga telah berkoordinasi dengan ahli, dalam hal ini BPH Migas, kemudian dalam waktu dekat kita akan melaksanakan gelar perkara terhadap perkara ini dan kita akan bersinergi dengan eksternal dalam melakukan gelar perkara,” pungkasnya.

Untuk kasus kedua, Sitorus mengemukakan kalau dirinya turun lapangan langsung dan bersama tim berhasil mengamankan 6000 liter BBM jenis solar di Pelabuhan Bitung dengan terduga pelaku inisial R.

“Pada saat itu saya sendiri turun lapangan bersama anggota saya, kita tidak menemukan adanya kepemilikan dokumen dari barang bukti BBM tersebut,” tuntasnya. (*)

Penulis/Editor : Jack Wullur