Sri Wahyumi Manalip: Saya Siap Dipecat

390
Bupati Sri Wahyumi Manalip saat diwawancarai di depan lift kantor DPRD Sulut usai pertemuan terbatas dengan Dirjen OTDA dan Gubernur Sulut (Iswan Sual)

Manado, MP

Bupati Kabupaten Talaud Sri Wahyumi Manalip (SWM) diundang Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sony Sumarsono dalam pertemuan usai Rapat Paripurna HUT Provinsi Sulut ke 54.

Undangan pertemuan terbatas di ruang kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut itu terkait soal keputusan SWM me-non-job-kan sejumlah pejabat usai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

Dalam pertemuan pada Senin (24/9) 2018 itu sudah disampaikan kepada SWM surat Mendagri kepada Gubernur Olly Dondokambey dengan tembusan kepada Bupati Talaud.

Menurut sumber terpercaya di Pemerintah Provinsi Sulut, dalam surat itu dinyatakan bahwa Bupati Talaud harus mengembalikan pejabat-pejabat yang dia non-job-kan dalam waktu satu minggu setelah diterimanya surat tersebut.

“Karena berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim gabungan Kemendagri yang terdiri dari Otda dan Inspektorat, dinyatakan bahwa Bupati (SWM, red) melanggar UU Nomor 10 Pasal 71 dimana tidak boleh melakukan pelantikan 6 bulan sebelum ditetapkan oleh DPRD pencalonannya,” ujarnya.

Konsekuensi apabila himbauan yang bersifat ultimatum itu tidak diindahkan maka SWM akan diberhentikan secara definitif.

“Jika tidak, dia akan langsung di berhentikan tetap. Itu juga senanda dengan surat dari gubernur yang menyatakan bahwa penegasan Mendagri adalah hal yang mutlak dan apabila tidak dilaksanakan akan berakibat pemberhentian secara definitif.”

Diinformasikan bahwa akibat buruk akan terjadi bila SWM tetap bersikeras. Jadi, semua bergantung pada keputusan SWM menanggapi Surat Mendagri.

“Jadi semuanya tergantung bupati. Artinya sudah diberikan kelonggaran. Proses pemberhentian ada dua. Bisa melalui DPRD dan melalui Menteri Dalam Negeri,” katanya lagi.

Gubernur Sulut yang turut juga dalam pertemuan bersama SWM, ketika diminta tanggapan, hanya menyatakan bahwa SWM hanya diberikan arahan dan diminta untuk tidak emosional.

“Ada arahan-arahan supaya dia (Bupati Talaud SWM, Red) jangan terlalu emosional,” pungkas Olly Dondokambey singkat.

Bupati SWM, ketika diwawancarai, mengatakan bahwa dia siap dipecat asalkan dia didengar terlebih dahulu.

“Bukan bersikeras, lihat aja nanti. Jadi, apapun yang terjadi itu tanggungjawab saya di daerah. Saya siap dipecat tapi dengar dulu jawabannya seperti apa,” ketus SWM. (Iswan Sual)