Sulut Tak Bisa Bergantung di Pajak Kendaraan, Harus Out of the Box

247
Suasana rapat komisi II (Iswan Sual)

Manado, MP

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) mendesak agar diupayakan alternatif sumber pendapatan asli daerah (PAD). Ini perlu dilakukan agar Bumi Nyiur Melambai tidak terus mengandalkan pajak kendaraan bermotor.

Wakil rakyat yang menghuni Gedung Cengkih itu berpendapat PAD paling besar diperoleh dari kendaraan bermotor. Hanya saja kendaraan juga sudah semakin tambah banyak.

“Di negara yang sistem perhubungannya bagus orang kaya sekalipun naik transportasi. Kalau perhubungan tidak baik orang miskin sekalipun naik oto pribadi. Di Singapur direktur sekalipun naik transportasi,” ungkap Anggota Komisi II DPRD Provinsi Sulut, Teddy Kumaat, saat rapat pembahasan dengan BP2RD, di ruang rapat komisi, Selasa (16/10).

Sulut menurutnya, harus keluar dari cara berpikir yang biasanya. Ke depan jangan jadikan lagi pajak kendaraan bermotor sebagai sektor yang diandalkan.

“Kita harus berpikir kira-kira mana dari sektor lain yang akan menggantikan untuk menjadi prioritas PAD. Sekarang sudah ada bisnis yaitu online. Sudah ada tidak PAD dari online?” tanyanya.

Ia mengungkapkan, instansi terkait harus ada inovasi. Pekerjaan-pekerjaan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diharapnya bisa keluar dari rutinitas yang biasanya.

“Kita harus ikut perkembangan zaman bagaimana. Kita mesti berpikir out of the box,” pungkasnya. (Iswan Sual)