Sungai Buyat Tercemar, DLH Warning Masyarakat

174

Kotabunan, MP

Bakteri berbahaya mencemari
Sungai Buyat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Pihak pemerintah memastikan, air sungai ini tidak memenuhi syarat untuk diminum.

Hasil pengambilan sampel kualitas mutu air oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boltim, di hulu Sungai Buyat, tanggal 13 Juni 2019, menyatakan air tersebut tercemar ringan. Penyebabnya bakteri fecal coliform.

Kepala Bidang Persampahan, Limba B3 dan Pengendalian, Dinas Lingkungan Hidup Boltim, Reza Pahlevi menegaskan, air di hulu Sungai Buyat kurang memenuhi persyaratan digunakan sebagai air baku air minum.

“Kami sarankan, warga tidak meminumnya. Karena terdapat bakteri fecal coliform,” ujar Reza.

Air di sungai ini hanya cocok dipakai untuk prasarana atau sarana rekreasi, pembudidayaan ikan air tawar dan peternakan serta mengairi tanaman.

Bakteri fecal coliform merupakan kelompok bakteri yang terdapat pada saluran pencernaan manusia dan hewan. Jenis penyakit bakal muncul setelah mengkomsumsi air yang tercemar bakteri fecal coliform seperti diare, disentri, typhus dan cholera.

Hasil kualitas air ini, diuji lewat Laboratorium WLN Manado. Kemudian hasilnya dicocokan atau teliti kembali di Dinas Lingkungan Hidup.

Terkait masalah air yang diduga tercemar di lahan pertanian sawah, saat dikonfirmasi dengan Dinas Pertanian, ternyata penyebabnya hama pengerek batang, bukan air.

“Kami sudah konfirmasi, ternyata bukan air. Tapi hama padi yang serang batang. Pada hal sudah siap ambil sampel,” ujar dia lagi.

Kepala DLH, Sjukri Tawil mengungkapkan, jumlah bakteri fecal coliform yang terdapat di Sungai Buyat jauh di atas baku mutu air yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

“Saya harapkan warga lebih waspada dalam mengkomsumsi air di Sungai Buyat,” ujar Sjukri Tawil.

Ia menambahkan, untuk kasus di Buyat yang menyerang tanaman padi, sudah ditindaklanjuti. (Jerry Isini)