Tak Kembalikan Uang Negara, Anggota Dewan Terancam Ditahan!

289

MANADO, ManguniPost.com – Langkah penahanan terhadap anggota DPRD Kota Manado periode 2014-2019 yang tidak kooperatif mengembalikan uang negara dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), siap ditempuh Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado. Hal itu diungkap Kepala Kejari (Kajari) Manado, Maryono, Kamis (05/03).

“Akan diambil langkah tegas, bisa saja dilakukan penjemputan, penggeledahan bahkan sampai penahanan, sebagaimana diatur dalam KUHAP, jika memang tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang negara,” tegas Maryono.

Selain itu, dirinya menerangkan bahwa sudah ada beberapa anggota dewan yang bertikad baik mengembalikan uang negara.

“Iya benar, hari ini (red-kemarin) telah ada beberapa anggota dewan yang beritikad baik mengembalikan uang dengan jumlah Rp413 juta,” terangnya.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan uang ratusan juta yang terselamatkan itu telah diterima bendahara penerimaan Kejari Manado, disaksikan Kasie Pidsus, Pasaoran Simorangkir, dan diserahkan ke perwakilan Bank BRI. “Sudah disetorkan ke kas negara melalui perwakilan Bank BRI,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu Maryono telah menegaskan kalau uang negara harus dikembali dengan batas waktu 1 bulan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan korupsi miliaran dana penetapan dan pembayaran tunjangan perumahan dan transportasi di DPRD Manado periode 2014-2019, statusnya secara resmi telah ditingkatkan ke tahap penyidikan (sidik), akhir Januari lalu. Hal tersebut ditandai dengan keluarnya surat perintah penyidikan nomor : Print-223/P.1.10/Fd.1/01/2020 tertanggal 31 Januari 2020.

Adapun kerugian negara yang teridentifikasi sementara berjumlah sekitar Rp6,3 miliar lebih. Dan sudah ada beberapa anggota dewan termasuk ASN yang menjalani pemeriksaan di Kejari Manado.

Sedangkan, untuk point terindikasinya kerugian negara, yakni pembuatan kajian dan penetapan besaran tidak mematuhi ketentuan yang berlaku. Pembayaran untuk pembahasan Oktober telah terjadi mark-up. (*)

Penulis/Editor : Jack Wullur