Temui Warga Manado, BRANI Diskusikan Soal Intoleransi dan SARA

226

Manado, MP
Senator Sulawesi Utara Benny Rhamdhani kembali menyapa warga Kota Manado pada Senin (10/9/2018). Acara yang digelar bersama Garda NKRI Sulut ini dimulai sejak pukul 18:00 WITA.

BRANI sapaan akrabnya mengaku senang dengan antusiasime warga Manado dalam pertemuan kali itu. Banyak pertanyaan, masukan dan saran yang diterimanya terkait banyak hal. Salah satunya terkait intoleransi.

“Ada pembahasan terkait peran DPD RI dan Pemerintah daerah dalam menangani kasus intoleransi yang lagi marak hari ini. Pasalnya warga menyatakan, belakangan ini politik identitas sering digunakan dalam kampanye-kampanye baik di gerja maupun di mesjid ataupun di rumah-rumah ibadah, padahal itu bertentangan dengan dasar negara,” katanya.

BRANI juga mengaku mendapat banyak masukan dari warga antara lain, DPD bersama Kementrian terkait dalam hal ini Mentri Pendidikan dan Kebudayaan harus bekerja sama dalam menyusun atau DPD perlu menginterfensi soal kurikulum dari sekolah dasar sampai sekolah menengah.

”Ada yang namanya mata pelajaran pancasila, kewarganegaraan ataumun mata pelajaran apa saja yg berkaitan dengan kebhinekaan. Karena dengan itu, akan menambah pengetahuan anak-anak ataupun murid soal wawasan kebangsaan dan bela negara dan paling mendasar adalah agama,” katanya.

Warga juga menyarankan agar perkuat lagi amandemen dalam otonomi daerah terkait bagaimana memperkuat wawasan kebangsaan dan bicara soal kebhinekaan. Ada juga yang menyebut perlu adanya sosialisasi di desa-desa soal konsep pancasila yang sebenarnya yang benar-benar pemahaman soekarno.

”DPD diminta harus bisa berkerjasama dengan pemerintah terkait dalam hal ini Kemenristekdikti dan BNPT untuk menghapus kemungkinan adanay penyebaran paham radikalisme yang bisa memicu terjadinya aksi terorisme di lingkungan kampus,” ujarnya.

Selain itu, ada juga yang berbicara terkait kawasan perbatasan masih tertinggal dan untuk memajukannya perlu perhatian serius dari semua pihak.

”Warga berharap pemerintah pusat sampai derah bersinergis dalam memerangi kasus intoleransi dan radikalisme di negara kita, terlebih khusus di daerah –daerah yang rawan dengan konflik – konflik SARA, jangan dibiarkan akan merembet kemana mana. Kelompok intoleran ini jangan dikasih angin istilahnya. Kelompok intoleran ini adalah penyakit yang menular,” ulasnya. (timMP)