Terancam Digusur, Warga Pinasungkulan Sambangi DPRD Sulut

248
Warga Pinasungkulan bertemu Sekretaris Komisi V DPRD Sulut, Fanny Legoh. (ist)

Manado, MP
Peluh puluhan rakyat Desa Pinasungkulan Kecamatan Tombariri, Minahasa mencari keadilan. Persoalan tanah yang mendera sekira 21 kepala keluarga (KK) jadi pemantik. Rumah rakyat jazirah utara Selebes pun disambagi. Rombongan perwakilan warga diterima Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Fanny Legoh, Rabu (9/1).

Mendampingi warga, Sekretaris Desa Pinasungkulan, Yeni Rompas mengatakan maksud kedatangan ini untuk melaporkan kepada anggota dewan tentang problema yang sedang dihadapi. Adalah masalah tanah antara warga dengan seorang berinisial YT.

“Ada sekitar 21 keluarga terancam digusur akibat persoalan ini,” ungkap Rompas di ruang rapat Komisi IV.

Kata dia, masyarakatnya menginginkan wakil rakyat bisa melihat penderitaan warga Pinasungkulan. Khususnya ke-21 keluarga yang digugat oleh oknum YT. Diakuinya, tanah yang disengketakan itu, memang diberikan  kepada masyarakat.

“Sebelum dibeli YT, tanah tersebut sudah dihibahkan kepada masyarakat,” terangnya.

Diuraikan Rompas, pemilik tanah yang sebelumnya telah memberikan tanah dengan panjang 220 Meter untuk dijadikan jalan. Namun hanya 4 Meter yang dipakai. Sisanya dihibahkan kepada masyarakat. Areal itu menjadi lahan perumahan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.

“Dia (YT-red) ini seolah mau mengusir masyrakat Pinasungkulan. Rumah itu sudah jadi. Kalau mau digusur bagaimana? Kami memohon supaya masalah ini mendapat perhatian wakil rakyat,” pinta Rompas. (eka egeten)