Tolak Sawit, Wowor: Ini Amanat Olly

417

Manado, MP

Ekspansi sawit di Bumi Nyiur Melambai membuat masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), terlebih khusus petani kopra, mejadi resah. Dampak sawit makin lama makin dirasakan dengan jatuhnya komoditi unggulan Sulut tersebar. Pro dan kontra mencuat di permukaan.

Suara penolakan keberadaan sawit ditegaskan orang nomor satu Sulut, Olly Dondokambey, sekaligus nakhoda partai berlambang Banteng Moncong Putih daerah Sulut. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut ikut bersuara untuk mengawal amanat tersebut.

Gaungan penolakan itu pun terdengar dari politisi ‘gedung cengkih’ Rocky Wowor. Sekretaris Komisi II DPRD Sulut ini menegaskan, tidak akan ada izin sawit selama Olly menjabat gubernur. “Terkait sawit, sampai saat ini, gubernur tidak pernah memberikan izin dan tidak pernah merekomendasi. DPRD juga tidak pernah memberikan izin dan merekomendasi,” ungkapnya, di Kantor DPRD Sulut.

Dia pun menuturkan, sawit yang ada sekarang ini bukan dari provinsi yang mengeluarkan izin, melainkan pihak kabupaten kota. “Tidak pernah di zaman pemerintahan Pak Olly kemudian memberikan izin aktivitas sawit tersebut,” tuturnya.

Dia pun melanjutkan, bahwa perlu ada penelusuran lebih lanjut kalau ada pimpinan kabupaten kota telah mengeluarkan izin penanaman sawit. “Jadi itu dari kabupaten kota, cari tahu bupati yang mengeluarkan itu dulu. Itu saya tahu masih izin bupati yang lalu. Kepala daerah kabupaten yang mengeluarkan dan merekomendasikan itu. Jadi bukan gubernur. Gubernur tidak pernah mengeluarkan” paparnya.

“Penanaman sawit di Sulut tidaklah strategis. Kita daerah Nyiur Melambai, buat apa kita mau adakan itu? Itu minimum musti 10 ribu hektare. Kalau cuma 10 hektare tidak akan ada efek,” tandas Wowor. (Eka Egeten)