James Tuuk Sinyalir Ada Kesepakatan Jahat

377

Terkait Pemindahan RKUD Dari Bank SulutGo

Manado, MP – Dugaan adanya permainan elite politik dibalik pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sejumlah Pemerintah Kabupaten/Kota. Akhirnya membuat salah satu politisi kritis Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), James Tuuk ikut angkat suara, Kamis (31/01).

Saat ditemui wartawan Mangunipost, secara blak-blakan Tuuk ikut mengemukakan dugaannya adanya kesepakatan jahat dari sejumlah pemimpin daerah yang hendak membuat Bank SulutGo yang notabanenya sebagai bank pemerintah untuk terperosok dalam lingkaran likuidasi.

Salah satu cara yang dimainkan dengan melakukan pemindahan RKUD dari Bank Sulutgo ke bank lainnya. “Sangat jelas ada muatan kepentingan yang ada di pemerintahan, baik pemerintahan yang sudah mengeluarkan RKUD dan pemerintah yang rencana mengeluarkan RKUD-nya,” ungkap Legislator Sulut asal Bolaang Mongondow Raya (BMR) itu.

Selebihnya, Tuuk meminta lembaga penegak hukum tidak tutup mata atas fenomena ini. Sebab, dugaan kesepakatan jahat dibalik pemindahan RKUD sejumlah Pemerintah Kabupaten/Kota patut dibongkar, baik oleh pihak Kejaksaan maupun Kepolisian.

Dorongan Tuuk agar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut dan Polda Sulut tidak ‘tutup mata” sangat wajar, mengingat dugaan kesepakatan jahat ini berdampak pada nasib hidup orang banyak.

“Saya sebagai anggota DPRD hanya mengingatkan kepada pimpinan Bupati dan Walikota, siapa pun yang nantinya akan memimpin Sulawesi Utara tidak akan pernah Bank SulutGo ini dilikuidasi justru yang terlikuidasi adalah mereka yang melakukan kesepakatan jahat di belakang itu,” tuntasnya. (*)

Penulis : Eka Egeten

Editor : Jack Wullur