UKT Maba Unsrat Tak Lagi Negosiasi

623

Manado, MP

Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa baru (Maba) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, tidak lagi dilakukan secara negosiasi manual atau tawar menawar, seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Kalau biasanya UKT mahasiswa baru tahun-tahun sebelumnya dilakukan melalui negosiasi manual oleh orang tua Maba dengan pihak Univeritas, pada tahun ini, ada perubahan sistem UKT yaitu melalui online.

“Jadi untuk penetapan UKT, orang tua dari mahasiswa baru itu hanya memasukan data-data yang ada. Jadi, standar kenaikannya UKT tidak ada, cuma tergantung data yang diinput,” ungkap Drs. Max Rembang, M.Si, saat diwawancarai di gedung baru Fisip Unsrat, Kamis (18/7).

Ditegaskan, yang lebih utama dari sistem ini adalah keadilan biaya UKT pada mahasiswa. Karena memang prinsip UKT Unsrat sebenarnya adalah yang mampu menyubsidi yang tidak mampu.

“Yang lebih utama dengan sistem ini adalah adil, karena memang prinsip UKT Unsrat sebenarnya adalah yang mampu dia subsidi yang tidak mampu. Yang tidak mampu itu yang standar, dan standarnya itu tergantung dari penetapan fakultas,” jelasnya.

“Jadi keadilannya ditentukan oleh data. Misalnya, kalau orang tua Maba adalah seorang pegawai ‘suami-istri’, harus dimasukan semua data yang ada, sebagai penentu besarnya UKT yang akan didapat. Jadi besar kecilnya UKT, semuanya ditentukan oleh aplikasi yang dibuat. Kalau orang tua Maba yang punya pendapatannya sekian, UKT-nya pun sekian. Semua sudah ada di sistemnya,” ujar mantan WD1 Fisip Unsrat ini.

Sementara itu, harapan dari pihak Univeritas, supaya keadilan itu terjadi, Rektor menghilangkan negosiasi manual. “Kenapa? Karena setelah dilakukan evaluasi, petugas di lapangan ternyata juga terkooptasi, entah karena sengaja ataupun tidak sengaja. Tetapi, fakta menunjukan, orang mampu dia mendapatkan UKT standar, sementara orang yang tidak mampu dia mendapatkan UKT yang lebih. Karena itu digunakan sistem ini, karena alat tidak punya emosi, dia tidak mempertimbangkan dari sudut manapun,” tutupnya. (Roki Taliawo)