UKT Mahal Ancam Hentikan Langkah Calon Maba Unsrat

815

Manado, MP

Mahalnya Uang Kuliah Tunggal (UKT) calon mahasiswa baru yang lulus seleksi di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, masih menjadi tanda tanya besar bagi mereka untuk melanjutkan atau tidak.

Dengan latar belakang ekonomi orang tua sebagai petani, banyak mahasiswa baru (Maba) yang lulus seleksi Tumou Tou (T2), takut melanjutkan perkuliahan.

Hal ini diungkapkan, Epafras Tuidano S.IP, alumni Fisip Unsrat, Jumat (19/7).

Menurut Pafras, UKT Maba tahun ajaran 2019-2020 tidak seimbang dengan fasilitas yang disiapkan pihak Universitas.

“Seperti yang terjadi saat ini, mahalnya biaya pendidikan (UKT) di Universitas Sam Ratulangi, hampir tidak terjangkau bagi masyarakat di kalangan bawah (Maba yang latar belakang ekonomi lemah). Seharusnya dengan tinggi biaya pendidikan yang ada, fasilitas pun harus menunjang, supaya antara UKT yang mahal dan fasilitasnya pun seimbangan,” ungkap anggota GMKI Cabang Manado itu.

Lanjut putra terbaik Pulau Batang Dua itu, sesuai Pembukaan Undang-undang 1945 bahwa salah satu tujuan negara Indonesia ialah mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Karena pendidikan merupakan hak seluruh rakyat bangsa Indonesia. Seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, salah satu tujuan negara Indonesia ialah mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini merupakan konsekuensi bahwa negara harus menyelenggarakan dan mengfasilitasi seluruh rakyat Indonesia untuk memperoleh pengajaran dan pendidikan yang layak dan merata,” ujarnya.

Ada asa, kiranya negara (Pemerintahan) mampu mewujudkan pendidikan yang merata, agar ‘pendidikan’ boleh dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia, tidak terkecuali.

“Maka tentu saja, negara dalam hal ini pemerintah, harus mengusahakan, merealisasikan pendidikan yang merata, agar pendidikan juga dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, baik di kalangan borjuis maupun kalangan ekonomi rendah atau bawah, untuk bisa masuk di Universitas Sam Ratulangi,” harapnya. (Roki Taliawo)