UN SMK 2019 Sulut Rendah, Perlu Ada Evaluasi

207

Manado, MP

Kisah tentang hasil Ujian Nasional (UN) Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2019 yang menempati posisi tiga terendah sesudah Sulawesi Barat (Sulbar) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), terus dikritisi publik Bumi Nyiur Melambai. Fakta ini dinilai perlu dievaluasi lanjut demi kelangsungan pendidikan di Sulut.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara, Grace Punuh mengungkapkan, akar persoalan memang harus ditemukan agar dapat menemukan solusi.

“Kalau kita mengimplementasikan tugas-tugas dengan penuh tanggungjawab maka tidak mungkin kita berada pada rengking ke-31” kata Punuh.

“Kita perlu mencari akar permasalahan. Apakah implementasi kurikulum yang belum maksimal, mungkin kita lemah dari kompetisi pedagogik atau kompetensi profesional (guru), managerial Kepala Sekolah, peran komite sekolah, stekholder dan peran dari orang tua siswa,” terangnya.

Dia pun membeberkan bahwa Ujian Nasional Berbasi Komputer (UNBK) Tahun 2019, bentuk soalnya sudah Higher Order Thinking Skills (HOTS).

“Percepatan pelaksanaan bukan hasil. Apa yang dikerjakan sekarang hasilnya akan kelihatan empat atau lima tahun ke depan. Sekarang sistem perekrutan guru sudah tepat menggunakan CBT dengan seleksi tidak asal-asalan lagi. Guru naik pangkat ataupun urus berkala tidak perlu lagi ke Dikda dan meninggalkan ruang kelas. Peningkatan sarana prasarana ada seperti pembuatan asrama siswa. Untuk SMK ada program revitalisasi dan sebagainya,” bebernya.

Punuh mengungkapkan, sebenarnya hasil UN SMK di Sulut ada peningkatan namun ada kekurangan lain.

“Perbandingan nilai rata-rata Provinsi Sulut dua tahun terakhir sebetulnya kita ada peningkatan. Kenaikan 1.85 poin dari tahun sebelumnya cuma kelemahan kita, kita kalah cepat dengan daerah lain. Kita bergerak lambat dan cenderung stagnan. Ayo SMK Sulut Hebat,” tandasnya. (Eka Egeten)