Venezuela Sepakat Ekspor Minyak 1 Juta Barel Per Hari ke China

244
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Presiden Xi Jinping sedang memeriksa barisan tentara. (ist)

Caracas, MP

Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada pekan lalu mengunjungi China untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping.

Pada saat itu, Maduro sempat membocorkan sedikit mengenai kerja sama yang disepakati kedua belah pihak terkait minyak.

Melansir AFP , dia pada Selasa (18/9/2018) mengungkapkan Venezuela akan mengekspor minyak ke China sebesar 1 juta barel per hari.

Masing-masing negara akan menginvestasikan dana sekitar 5 juta miliar dollar AS atau Rp 74,5 triliun pada proyek yang rencananya dimulai pada Agustus 2019.

Maduro mengatakan, presiden China National Petroleum Corporation, Zhang Jianhua, akan mengunjungi Venezuela pada Kamis (20/9/2017) untuk finalisasi investasi yang akan diwujudkan.

Seperti diketahui, Maduro menghabiskan dua hari di China pada pekan lalu. Selain berjumpa dengan Xi, dia juga menghadiri pertemuan di China Development Bank dan China National Petroleum Corporation.

Sejauh ini, Venezuela telah menerima utang lebih dari 60 miliar dollar AS Rp 894,2 triliun dari China selama satu dekade terakhir.

Negara yang sedang dilanda krisis itu juga masih memiliki utang senilai 20 miliar dollar AS atau Rp 298 triliun. Utang tersebut dibayar dengan pengiriman minyak mentah.

Maduro menolak berkomentar tentang pembahasan masalah utang dengan Cina selama kunjungannya ke Negeri Tirai Bambu.

“Venezuela membayar utangnya tepat waktu, ini ditunjukkan pada saat tersulit sekalipun untuk menanggapi komitmen China,” katanya.

Venezuela berada dalam masa krisis ekonomi, setelah empat tahun resesi dan IMF memproyeksikan laju inflasi negara tersebut akan mencapai 1.000.000 persen tahun ini.

Warga menghadapi kekurangan makanan dan obat-obatan, sementara layanan publik seperti transportasi, listrik dan air telah terpukul oleh kegagalan ekonomi.

Krisis terjadi setelah harga minyak pada 2014 anjlok. Padahal, minyak menyumbang 96 persen pendapatan Venezuela. Hal itu kemudian menyebabkan negara kekurangan aliran modal asing yang diperburuk oleh pencetakan uang oleh pemerintah.

Di sisi lain, produksi minyak pada Agustus lalu mencapai level terendah dalam 30 tahun terakhir menjadi 1,4 juta barel per hari.

Rekor tertinggi produksi minyak Venezuela terjadi pada 10 tahun lalu dengan jumlah 3,2 juta barel per hari.

Kini, hanya 30 persen industri yang beroperasi, sementara 87 persen penduduk hidup dalam kemiskinan.(kompas.com)