Waketum LMI Sorot Dugaan Aksi Kriminalisasi Oknum Kapolsek Tuminting

132

MANADO, ManguniPost.com – Sorotan atas dugaan kriminalisasi yang dilakukan oknum-oknum di Polsek Tuminting terhadap perempuan SP alias Pep, kini datang dari barisan Laskar Manguni Indonesia (LMI).

Hal tersebut disuarakan langsung Wakil Ketua Umum, Trius Semuel Abbas, Senin (09/03). “Kami jelas sangat prihatin atas persoalan ini. Apalagi terjadi pada istri Dewan Pembina LMI. Tentu kami mengecam aksi kriminalisasi yang telah dilakukan oknum-oknum tersebut,” tutur Trius.

“Ini kan sudah dipraperadilankan dan hakim telah memutuskan bahwa penanganan hukum yang dilakukan tidak sah, itu berarti ada bentuk kriminalisasi,” sambungnya.

Lebih lanjut, Trius mendukung pihak Propam Polda Sulut untuk memproses oknum-oknum polisi yang terlibat dalam aksi dugaan kriminalisasi terhadap SP.

“Kami dukung laporan yang dilayangkan Dewan Pembina ke Propam Polda Sulut, agar oknum-oknum polisi tidak semena-mena lagi dalam memproses hukum seseorang,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Alumni SMPN 3 Manado yang juga Dewan Pembina LMI, Vicky Kainage telah melaporkan oknum Kapolsek Tuminting, AKP Andy Sukristianto bersama dua oknum anggota Polsek Tuminting, Andawari dan Ronald, ke Propam Polda Sulut, Kamis (05/03) pasca sidang putusan praper.

Dimana, ketiganya dilaporkan telah menyalahgunakan wewenang, serta memaksakan persoalan perdata masuk ke ranah pidana yang merugikan pihak Kainage. Adapun laporan tersebut telah diterima dengan nomor STPL 113/III/2020/Bag Yaduan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, persoalan ini mulai mencuat saat perempuan HS alias Suki melaporkan SP ke Polsek Tuminting dengan nomor LP/212/IX/2019/Sek Tuminting/Resta Mado/Sulut tertanggal 9 September 2019.

Padahal, persoalan pinjam meminjam disertai jaminan sertifikat antara SP dan Suki merupakan masalah perdata, sebab ada hubungan bisnis/kerja sama. Bahkan, saat proses peminjaman terjadi, SP telah memberikan jaminan sertifikat SHM No 490 dan SHM No 489 dengan nilai sekitar Rp1 miliar. Sedangkan, uang yang dipinjam berada di angka puluhan juta.

Herannya, pihak Polsek Tuminting tanpa pikir panjang malah ngotot membawa persoalan ini ke ranah pidana. Dan sempat mengambil langkah menetapkan SP sebagai tersangka.

Keberatan atas tindakan tersebut, SP melalui Kuasa Hukumnya, Advokat Zemmy Leihitu dan Franklin Himonaung akhirnya menempuh jalur praper dengan menjadikan pihak Polsek Tuminting sebagai Termohon.

Dan Hakim Praper Relly D Behuku, Senin (02/03) lalu, di Pengadilan Negeri (PN) Manado telah mengeluarkan putusan dengan nomor 1/Pid.Pra/2020/PN Mnd, yang intinya tidak membenarkan langkah hukum Polsek Tuminting.

“Mengabulkan permohonan praperadilan pemohon untuk sebagian. Menyatakan bahwa penetapan pemohon sebagai tersangka oleh termohon adalah tidak sah. Menyatakan bahwa laporan polisi nomor LP/212/IX/2019/Sek Tuminting/Resta Mado/Sulut tertanggal 9 September 2019 yang menjadi pemohon sebagai tersangka adalah tidak sah. Menyatakan bahwa penahanan tersangka adalah tidak sah,” putus Behuku. (*)

Penulis/Editor : Jack Wullur