Wanprestasi, GKIC Manado Rugikan Konsumen Miliaran Rupiah

447
Foto: Suprianto Tahumang

Manado, MP

Profesionalitas PT. Wenang Permai Sentosa selaku pengelola Grand Kawanua Internasional City (GKIC) Manado, diragukan. Dugaan wanprestasi atau ingkar janji jadi pemicu. Hal itu setelah salah satu developer perumahan elit di Sulut mendapat somasi dari salah satu konsumennya, Geraldi.

GS Melalui kuasa hukumnya, Suprianto Tahumang mengungkapkan pihaknya sudah mengajukan somasi kepada PT. Wenang Permai Sentosa selaku pengembang GKIC Manado.

“Somasi sudah kami layangkan dan belum ada respon dari pihak PT. Wenang Permai Sentosa selaku pengelolah Grand Kawanua International City,” ujar Tahumang, Rabu (9/1) kemarin.

Menurutnya, dilayangkannya somasi ini karena kliennya merasa dirugikan atas tindakan ingkar janji yang dilakukan PT. Wenang Permai Sentosa.

“Sangat jelas atas tindakan wanprestasi ini klien kami merasa dirugikan baik secara materil dan imateril. Apalagi jumlahnya tidak main-main, mencapai Miliaran,” ketusnya.

“Hal ini sangat disanyangkan. Apalagi mereka (GKIC,red) itu salah satu pengembang rumah elit di Sulut yang seharusnya mengedepankan profesionalitas. Seharusnya hal seperti ini tidak perlu sampai terjadi,” timpalnya.

Meski begitu, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada pihak PT. Wenang Permai Sentosa untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Kami masih menunggu itikad baik dari mereka untuk segera menyelesaikan masalah ini dengan klien kami,” ungkapnya sembari menambahkan jika pihaknya siap mengambil langkah hukum jika PT. Wenang Permai Sentosa tak mengindahkan permintaan mereka.

“Kalau tidak ada itikad baik maka kami akan mengambil langkah hukum,” tandas pengacara yang beberapa waktu lalu sukses memenangkan gugatan Hubungan Industrial senilai Rp 18 Miliar itu.

Sayangnya, pihak PT. Wenang Permai Sentosa selaku pengembang dari GKIC saat dihubungi melalui salah satu staf Finance GKIC, Caroline Romate di nomor telfonnya tidak mendapat respon.

Untuk diketahui, sebelumnya GS telah melakukan pembelian atas satu unit residence atau ruko dengan nomor 49/SPU-GCDV/I/2017 tanggal 14 Januari 2017 dalam kawasan Grand Kawanua International City pada Cluster Grand Casa De Viola dengan harga Rp. 1.247.950.019.
Dalam prosesnya, GS telah menyetorkan uang sebesar Rp. 1.040.000.000 kepada pihak PT. Wenang Permai Sentosa. Dengan perjanjian estimasi pengerjaan akan rampung 100% pada 27 Januari.
Namun sayangnya, sampai saat ini, kepada pihak penjual PT. Wenang Permai Sentosa dalam proses pengerjaan fisik rumah baru 20%, sehingga hal tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan perjanjian antara pihak pembeli dan penjual PT. Wenang Permai Sentosa.(tim MP)