Warga Kalasey Satu Keluhkan Masalah Banjir

253

(Reses Anggota DPRD Sulut Wenny Lumentut)

Manado, MP
Fenomena banjir menjadi permasalah kursial yang sering dihadapi masyarakat. Terutama warga Kalasey Satu, Kabupaten Minahasa.

Permasalahan ini pun dilotarkan warga ketika hadir dalam kegiatan Reses 1 Tahun 2019 Anggota DPRD Provinilsi Sulut, Dapil Minahasa Tomohon, Wenny Lumentut yang digelar di Pantai Indah Kalasei, Jumat (05/04).

“Begini Pak. Desa Kalasey Satu dikenal dengan kawasan pariwisata namun apabila hujan lebat maka kawasan pariwisata hilang, kenapa? itu karena banjir dan ini sudah disampai-sampaikan kepada pemerintah kabupaten dan provinsi sulawesi masalah banjir yang berada di batas kota,” ujar Hukum Tua Desa Kalasey Satu, Lely Tonggari.

Menyingkapi itu, Lumentut menjelaskan, salah satu penyebab banjir selain hujan yang deras tapi juga diakibatkan bagian serap air sudah diahlikan fungsinya sebagai perumahan.

“Banjir itu disebabkan air dari atas sudah cukup deras karna dari atas sudah dibuka perumahan, kasarnya airnya sudah cepat turun kebawah karena banyak perumahan, banyak pohon yang dipotong akhirnya sudah tidak bisa menyerap air dengan baik dan turunnya air sudah lebih cepat. Tambah lagi salurannya sudah tersumbat dan air tergenang dibatas kota karna tidak ada gorong-gorong” ungkapnya.

Ia menjelaskan, apabila proyek ring road tiga berjalan dengan baik maka item pembangunan saluran air dimasukkan supaya tidak ada genangan air lagi.

“Gorong-gorong akan dibetulin dan proyek itu akan berjalan tahun ini,” bebernya.

“Masalah banjir akan teratasi kalau terintergrasi. Semua ujungnya akan dibuat gorong-gorong yang benar dan air tidak tergenang,” sambungnya. (Eka Egeten)