Warga Watulaney Meregang Nyawa Ditikam Teman Miras

386

MINAHASA, MP

Randy Gerungan (31), warga Desa Watulaney Amian Jaga l, Kecamatan Lembean Timur, meregang nyawa pada kamis sekitar pukul 04.00 Wita, dini hari. Ia tewas ditangan temannya sendiri saat pesta malam tahun baru.

Rendy ditikam dengan pisaunya sendiri dibagian perut sebelah kanan oleh AK alias Andre (22) warga Watulaney, usai terjadi perkelahian di Lapangan Desa Watulaney Amian.

Pelaku AK usai diamankan Tim Buser Polres Minahasa, kepada mangunipost.com menjelaskan bahwa sebelum terjadi penikaman, dirinya dan kakaknya serta teman-temannya termasuk korban sedang melakukan pesta akhir tahun sambil meminum-minuman keras, kemudian terjadi cekcok.

“Kita di acara so ba minum dan terjadi adu mulut dan kakak dan teman saya langsung memukul Randu,” ungkapnya.

Dijelaskannya, kakaknya JK alias Cundo (25) dan temannya LK alias Lino (17) memukul pelaku serta menendang hingga jatuh. Kemudian Randy bangun dan mencabut pisau dapur yang diselipkan di pinggang sebelah kiri dan menikam AK. Namun pisau Randy dapat direbut AK dan menusukan kepada korban dibagian perut sebelah kanan hingga jatuh.

“Randy mencabut pisaunya dan menikam ke arah saya, tapi saya langsung merampas pisaunya dan menikam ke Randy satu kali dan mencabutnya,” jelasnya.

Sementara kakak pelaku dan temannya mengatakan, usai mendapat tikaman, korban langsung melarikan diri.

Korban pun ditemukan warga pada pukul 05.00 Wita di samping rumah milik keluarga Gerungan – Watulingas, di Desa Watulaney Amian, Kecamatan Lembean Timur.

Mendapat informasi, anggota Polsek Lembean Timur dan tim identifikasi Polres Minahasa langsung menuju lokasi melakukan olah TKP serta membawa korban ke RSUD Sam Ratulangi Tondano untuk di visum.

Dalam tempo 12 Jam, Tim Resmob Polres Minahasa di pimpin Kanit Buser Ronny Wentuk langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan tiga pelaku tanpa perlawanan.

“LK kami tangkap di rumah kediamannya di Desa Watulaney. Sedangkan kedua kakak beradik AK dan JK kami tangkap di rumah ibunya di Lorong Pasar Desa Tandengan Kecamatan Eris,” ujar Wentuk.

Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang, SIK ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Tiga pelaku serta barang bukti berupa pisau dapur yang suda patah telah diamankan di Mapolres.

“Mereka sementara diperiksa diambil keterangannya oleh penyidik Unit I Jatanras Polres Minahasa,” ujar Kapolres.

Menurutnya, ketiga pelaku diproses sesuai dengan peran masing – masing dan dijerat dengan pasal 338 sub 170 ayat 2 ke-3 lebih sub pasal 351 ayat 3 junto 55 KUHPidana. (Kelly Korengkeng)