Wuwuk Peringati Hari Pendidikan ke-180 Tahun

383

Generasi Muda Maknai Secara Kritis dan Sederhana

Kampung Wuwuk, Minahasa Selatan, memperingati hari masuknya pendidikan di Wuwuk. Tahun ini merupakan peringatan ke 180 tahun. Peringatan ini diprakarsai oleh generasi muda Wuwuk dan dilaksanakan pada Minggu (23/09).

Bertempat di rumah Andre Pangkey, tokoh pemuda Wuwuk, Hari Pendidikan Wuwuk dirayakan. Menurut Pangkey kegiatan ini memang diselenggarakan secara sederhana sehingga memilih rumah sebagai lokasi  kegiatan.
“Peringatan Hari Pendidikan Wuwuk dipilih dilaksanakan di rumah, sebab generasi muda Wuwuk ingin menjadikan rumah sebagai pusat kebudayaan”, ucap Pangkey.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah generasi muda dari desa Wuwuk dan Wuwuk barat, serta diisi dengan beberapa kegiatan. Di antaranya diskusi, cerita sejarah kampung dan makan bersama di daun pisang.

Acara ini dipandu oleh Jandri Sorongan dan diawali dengan doa oleh Lisah Rumengan. Dilanjutkan dengan sesi diskusi. Adapun topik diskusi berkaitan dengan “Refleksi dan Reposisi Pendidikan Wuwuk di Konteks Kekinian”.

“Kita berkumpul hari ini, merayakan hari pendidikan Wuwuk ke-108, sekaligus membicarakan hal seputar pendidikan Wuwuk“, kata Sorongan sebagai moderator diskusi.
Dalam sesi diskusi, masyarakat Wuwuk Barat, Arie Pangkey bicara soal solusi terhadap masalah pendidikan di sekolah-sekolah di Wuwuk. Menurutnya, perlu ada sikap langsung mengkritisi permasalah di sekolah.
“Kita harus memikirkan solusi terkait masalah-masalah yang terjadi di lingkungan sekolah. Upaya ini merupakan langkah nyata kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan”, ucap Pangkey selaku juga aparat pemerintahan di Wuwuk Barat.
Ia juga berjanji akan mengusulkan kepada pemerintah Wuwuk Barat & Wuwuk supaya di waktu mendatang Peringatan Hari Pendidikan Wuwuk bisa dilaksanakan langsung oleh pemerintah.

Di kesempatan yang sama, Seniman Minahasa, Aldi Egeten turut angkat bicara soal pendidikan di Wuwuk. Menurutnya, perayaan hari pendidikan Wuwuk seharusnya tidak hanya sebatas seremoni. Harus ada kegiatan nyata, misalnya pelatihan-pelatihan, supaya masyarakat bisa tergerak.
“Dengan adanya program, bukan sekedar seremoni, nanti diharapkan bisa menggerakkan masyarakat dan pemerintah untuk peduli kegiatan ini di waktu mendatang”, ungkap Egeten.

Kalfein Wuisan, budayawan Minahasa, di kesempatan tersebut juga memberikan materi di sesi diskusi. Materi sejarah  kampung Wuwuk dan sejarah pendidikan di Wuwuk, turut disampaikan nya. Ia juga memberikan pandang terkait upaya memajukan pendidikan di Wuwuk.
“Pemerintah perlu mendata para orang muda yang mungkin putus sekolah, ingin melanjutkan sekolah atau yang tidak punya biaya. Kemudian dibantu difasilitasi terkait upaya pemenuhan kebutuhan pendidikan mereka”, tegas Wuisan.

Diskusi ditutup dengan seremoni meniup lilin bersama. Menurut Clief Rumengan, ini merupakan simbol syukur untuk memperingati hari pendidikan Wuwuk ke-180.
“Lilin adalah simbol terang. Artinya semoga pendidikan di Wuwuk terus bersinar seperti harapan para pendahulu. Wuwuk pun bisa terus berbau harum, sesuai arti namanya” pungkas Rumengan.

Acara kemudian diakhiri dengan prosesi makan di daun. Menu-menu khas Minahasa, seperti Winongos, Bete Rebus, ikang bakar dan dabu-dabu menjadi menu spesial.
Farino Regar, selaku pengerak orang muda Wuwuk mengatakan bahwa tradisi diskusi dan makan, di Minahasa, memiliki ikatan erat.
“Makan bersama merupakan satu tradisi Minahasa yang mempertegas topik yang dibicarakan”, ucapnya. Ia juga menambahkan bahwa sesi makan bersama di daun merupakan upaya untuk mengembalikan nilai hidup bersama para orang Wuwuk.
“Makang di Daong dengan menu khas Wuwuk, sengaja digalakkan kembali untuk terus mengenalkan menu khas Wuwuk dan kebersamaan yang diajarkan para leluhur Wuwuk”, tutup Regar yang juga adalah koki handal di kalangan orang muda Wuwuk.

Di momen peringatan Hari Pendidikan Wuwuk ke-180, seluruh generasi muda Wuwuk mendesak agar supaya pemerintah menseriusi kegiatan bersejarah seperti ini. Moga di thaun mendatang kegiatan seperti ini bisa dipegang langsung oleh pemerintah.